Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jabar Ungkap Fakta di Balik Tato Wajah Tersangka Taufik Hidayat di Tubuh Korban Penyekapan
Advertisement . Scroll to see content

Sadis! 2 Oknum Polisi di Wakatobi Setrum dan Borgol 3 Remaja lalu Dipaksa Terjun ke Laut

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:26:00 WIB
Sadis! 2 Oknum Polisi di Wakatobi Setrum dan Borgol 3 Remaja lalu Dipaksa Terjun ke Laut
Ilustrasi penyekapan tiga remaja oleh dua oknum polisi di Wakatobi. (foto: ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

WAKATOBI, iNews.id–Kasus penganiayaan menimpa tiga remaja di bawah umur di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ironisnya, dua dari tiga pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka merupakan oknum anggota Polres Wakatobi.

Ketiga korban yang masih berstatus pelajar SMA tersebut berinisial AJ (16), RA (17), dan LS (17). Mereka diduga disekap selama berjam-jam, dianiaya, disetrum, bahkan salah satu korban dipaksa terjun ke laut dalam kondisi tangan diborgol.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi, AKP Risman mengatakan, penyidik Satuan Reserse Kriminal telah melakukan gelar perkara dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

"Dua tersangka merupakan anggota Polres Wakatobi, yaitu Briptu Ahmad Bashari dan Bripda Fahrul. Sedangkan satu tersangka lainnya merupakan warga sipil," ungkap AKP Risman, Jumat (10/7/2026). 

Aksi kekerasan ini terjadi secara beruntun. Korban AJ dianiaya terlebih dahulu pada malam pertama setelah dijemput paksa oleh pelaku dan dibawa ke sebuah kamar kos di Kecamatan Wangi-Wangi.

Di kamar kos tersebut, AJ disekap dan disiksa. Kekejaman pelaku tidak berhenti di situ; tangan AJ kemudian diborgol dan ia dibawa ke Jembatan Dermaga Marina. Di sana, korban dipaksa melompat ke dalam laut.

"Tangan saya diborgol lalu dipaksa melompat ke laut. Bersyukur saya masih bisa menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi dermaga walau tangan terikat borgol," tutur AJ.

Keesokan harinya, giliran RA dan LS yang dijemput paksa pada tengah malam oleh tersangka warga sipil. Mereka dibawa ke rumah kos yang sama, disekap, dan mengalami penyiksaan hebat sejak pagi hari.

Dipicu Bisnis Rokok Ilegal Oknum Polisi

Berdasarkan pengakuan korban dan pihak keluarga, motif di balik aksi sadis ini diduga dipicu oleh masalah setoran hasil penjualan rokok tanpa pita cukai (ilegal) yang tidak sesuai dengan keinginan pelaku.

Korban LS membeberkan bahwa dirinya dianiaya karena menolak bekerja sama dengan Briptu Ahmad Bashari untuk mengedarkan rokok ilegal tersebut.

"Saya tidak terlibat dalam penjualan rokok ilegal. Sebelumnya saya diminta membantu Briptu Ahmad Bashari untuk menjualkan rokok ilegal miliknya, namun saya menolak. Karena menolak, saya malah dijemput paksa dan dianiaya," kata LS.

Hingga saat ini, ketiga korban masih menjalani masa pemulihan di rumah masing-masing dengan kondisi trauma mendalam. Bekas luka akibat penganiayaan dan setruman masih terlihat jelas di sejumlah bagian tubuh mereka.

Di sisi lain, pihak keluarga korban mengaku cemas dan khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. Pasalnya, salah satu dari tiga tersangka dilaporkan tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

Saat ini, penyidik Polres Wakatobi masih melengkapi berkas perkara para tersangka untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Sementara itu, untuk dua tersangka oknum polisi, mereka juga harus bersiap menghadapi sidang sanksi internal karena tengah menjalani proses pemeriksaan Kode Etik Profesi Polri.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut