Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tawuran Makassar Pecah Lagi, Tokoh Masyarakat Tewas saat Lerai Bentrokan
Advertisement . Scroll to see content

Tawuran Warga di Makassar Berujung Maut, Pria 51 Tahun Tewas dan Kapolsek Terluka

Sabtu, 07 November 2026 - 06:04:00 WIB
Tawuran Warga di Makassar Berujung Maut, Pria 51 Tahun Tewas dan Kapolsek Terluka
Tawuran dua kelompok warga di Kecamatan Mamajang, Makassar, menggunakan senjata tajam dan busur panah hingga menimbulkan korban jiwa, Kamis (5/11/2026) malam. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id - Tawuran dua kelompok warga yang bertetangga di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung maut. Seorang pria berusia 51 tahun tewas, sementara Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada Wahyu terluka setelah terkena busur panah saat berusaha mengendalikan situasi.

Tawuran terjadi di Jalan Pajonga Daeng Ngalle, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kamis (5/11/2026) dini hari. Dua kelompok warga dari Lorong 3 dan Lorong 4 saling serang menggunakan berbagai senjata, mulai dari batu, petasan, busur panah hingga senjata tajam jenis samurai.

"Yang satu tadi malam setelah ke rumah sakit ada informasi bahwa ada juga korban meninggal kena busur di leher kalau Kapolsek kena busurnya di betis," ujar Kanit Reskrim Polsek Mamajang, Iptu Uji Mughni, Jumat (6/11/2026).

Situasi semakin tidak terkendali hingga petugas gabungan TNI-Polri turun tangan untuk membubarkan massa. Bahkan, sejumlah warga perempuan terlihat ikut mengamuk di tengah keributan tersebut.

Tawuran antarkelompok warga di lokasi tersebut ternyata bukan kali pertama terjadi. Bentrokan serupa dilaporkan telah berulang selama hampir dua pekan terakhir.

Kedua kelompok saling mengaku menjadi korban penyerangan lebih dahulu. Mereka menyebut sekelompok orang tidak dikenal tiba-tiba masuk ke dalam gang dan menyerang warga yang sedang berkumpul.

Perselisihan yang memicu tawuran diduga berawal dari kesalahpahaman antarpemuda di sebuah warung makan. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi cekcok dan saling serang di media sosial hingga berujung bentrokan fisik.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut