Tewaskan 3 Petugas, Kelayakan Mobil Damkar Pangkep Disorot Buntut Kecelakaan Maut
PANGKEP, iNews.id – Insiden kecelakaan mautmobil pemadam kebakaran (damkar) yang mengakibatkan tiga petugas gugur menyedot perhatian pemerintah dan tokoh masyarakat Kabupaten Pangkep.
Kelayakan armada, kelengkapan alat pelindung diri (APD), serta penerapan prosedur keselamatan operasional Damkar kini disorot agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
"Harapan kami ke depannya, para petugas Damkar saat menjalankan tugas dapat dilengkapi dengan peralatan yang sesuai ketentuan dan prosedur keselamatan," kata Lurah Pabundukang, Daniati, Rabu (30/9/2026).
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut mobil Damkar Kabupaten Pangkep bertambah.
Seorang personel bernama Jamaluddin (10 tahun mengabdi) meninggal dunia usai sempat mendapatkan perawatan medis, Rabu (30/9/2026) pagi.
Dengan bertambahnya Jamaluddin, total petugas Damkar yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan menuju lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Labakkang kini menjadi tiga orang.
Isak tangis keluarga dan kerabat tak terbendung saat jenazah almarhum Jamaluddin tiba di rumah duka di Kampung Bone-Bone, Kelurahan Pabundukang, Kecamatan Pangkajene, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 09.20 WITA.
Almarhum sebelumnya sempat dirujuk dari RSUD Batara Siang Pangkep ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar akibat luka berat yang dialaminya. Namun, takdir berkata lain, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu pagi pukul 06.20 WITA.
"Kemarin yang meninggal di lokasi ada dua orang dan empat orang dirujuk. Pagi tadi sekitar pukul 06.20 WITA kami mendapat kabar duka satu anggota lagi atas nama Jamaluddin meninggal dunia di rumah sakit," ungkap Kasi Ops Satpol PP dan Damkar Pangkep, Mariama, Rabu (30/9/2026).
Kepergian Jamaluddin menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Petugas yang dikenal tangguh dalam misi penyelamatan ini meninggalkan seorang istri dan dua orang anak (satu laki-laki dan satu perempuan).