Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Longsor Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Timbun Pekerja, 6 Korban Dievakuasi
Advertisement . Scroll to see content

4 Korban Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas di Pohuwato Dimakamkan, Ini Identitasnya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:48:00 WIB
4 Korban Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas di Pohuwato Dimakamkan, Ini Identitasnya
Pemakaman empat penambang emas yang tertimbun longsor di Pohuwato diiringi isak tangis keluarga. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

POHUWATO, iNews.id – Musibah tanah longsor menimpa area pertambangan emas di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Empat orang penambang lokal asal Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, tewas tertimbun material tanah saat beraktivitas pada malam hari.

Keempat korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Pandra Jalilu, Miman Ibura, Sandi Bilondatu, dan Fiki Larama. Salah satu di antara korban diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa. 

Kepala Desa Bendungan, Mus Yasin mengatakan, para korban mulai beraktivitas menambang di lokasi kejadian pada malam hari, tak lama setelah menunaikan salat Isya.

Meski lokasi pertambangan tersebut dikenal sangat berbahaya dan rawan longsor, para penambang tetap memaksakan diri bekerja demi mengadu nasib serta memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. 

Nahas, dinding tebing tambang mendadak roboh dan menimbun para pekerja. Medan yang terjal dan kondisi gelap sempat menyulitkan proses evakuasi tim gabungan di lokasi kejadian. Setelah berjuang keras, keempat korban baru berhasil dievakuasi pada tengah malam. 

"Lokasinya memang rawan bencana, namun warga tetap beraktivitas untuk mencukupi kebutuhan ekonomi," kata Mus Yasin, Kamis (13/8/2026). 

Usai dievakuasi dari jepitan material longsor, para korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Panua Pohuwato untuk penanganan awal dan verifikasi medis. 

Jenazah para korban kemudian dijemput oleh pihak keluarga serta dipulangkan ke kampung halaman di Desa Bendungan menggunakan ambulans.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut