Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Anak Sekeluarga di Majalengka Meninggal Diduga karena Virus, Keluarga Jalani Tes Swab
Advertisement . Scroll to see content

5 Desa di Bone Bolango Terverifikasi dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Kamis, 21 Oktober 2021 - 17:55:00 WIB
5 Desa di Bone Bolango Terverifikasi dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Petugas Dinas Kesehatan melakukan verifikasi ODF di Desa Tanggilingo, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. (Foto: Antara/Diskominfo Bone Bolango)
Advertisement . Scroll to see content

GORONTALO, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo terus memacu pencapaian program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), stop buang air besar (BAB) sembarangan. Tahun ini sebanyak lima desa sudah terverifikasi program tersebut. 

“Tahun 2021 ada ketambahan lima desa yang sudah selesai diverifikasi menjadi desa open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, Meyrin Kadir, usai verifikasi desa di Gorontalo, Rabu (20/10/2021).  

Lima desa tersebut, di antaranya Desa Huluduotamo Kecamatan Suwawa, Desa Bube Baru Kecamatan Suwawa, Desa Helumo Kecamatan Suwawa, Desa Ulanta Kecamatan Suwawa, dan Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila.

Pada tahun 2019 yang lalu, akses progres jamban di Kabupaten Bone Bolango mencapai 75,36 persen, tahun 2020 75,7 persen dan tahun 2021 79,47 persen.

Dia menjelaskan deklarasi akan dilaksanakan tergantung dari masing-masing desa yang ada pendanaannya. Desa akan tetap terus berupaya untuk menjadi desa ODF. Karena desa ODF sudah menjadi salah satu persyaratan utama untuk penilaian Kabupaten Sehat dan target di tahun 2023 ada 90 persen desa yang sudah ODF.

Meyrin menuturkan tantangan yang dihadapi Indonesia terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang higiene dan sanitasi masih sangat besar. Untuk itu,  perlu dilakukan intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total.

Menurutnya, pemerintah merubah pendekatan pembangunan sanitasi nasional dari pendekatan sektoral dengan penyediaan subsidi perangkat keras yang selama ini tidak memberi daya ungkit terjadinya perubahan perilaku higienis.

Begitu pula dengan peningkatan akses sanitasi, menjadi pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat yang menekankan pada lima perubahan perilaku higienis.

Pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat dengan lima pilar akan mempermudah upaya meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik serta mengubah dan mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat.

"Pelaksanaan STBM dalam jangka panjang dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik, dan dapat mendorong terwujudnya masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan," tutur Meyrin.

Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini harus perlu dukungan lintas sektor baik dalam hal merubah perilaku maupun pengadaan sarana dan prasarana.

Editor: Cahya Sumirat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut