BMKG: 1.108 Gempa Susulan Guncang Sulut Pascagempa Utama M7,6 di Bitung
Menurutnya, gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi Laut Maluku yang menghujam wilayah Sulawesi Utara. Episenter gempa berada di Punggungan Mayu.
“Ini kalau lihat kedalamannya cukup dangkal ya, sekitar 33 kilometer. Kalau kategori megathrust itu kan dari sampai kedalaman sekitar 30-an Km. Jadi ini memang dangkal dan (pusat) di laut, dan ini termasuk megathrust ya,” katanya.
BMKG juga menjelaskan mekanisme sumber gempa berupa sesar naik atau thrust fault. Jenis sesar ini memiliki potensi lebih besar dalam memicu tsunami.
“Makanya, kami segera mengeluarkan warning karena sesar naik itu potensi menimbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan dengan yang mekanisme mendatar ya. Jadi, dan kami sudah segera merilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah terdampak,” ucapnya.
Tsunami akibat gempa tersebut terdeteksi di sejumlah wilayah di Sulut. Berdasarkan data Tide Gauge, tinggi muka air laut bervariasi di beberapa lokasi.
Di Halmahera Barat tercatat ketinggian tsunami mencapai 0,30 meter. Sementara di Bitung mencapai 0,20 meter dan di Sidangoli sebesar 0,35 meter.
Kemudian di Minahasa Utara, tinggi tsunami mencapai 0,75 meter, dan di Belang sebesar 0,68 meter. Data ini menunjukkan dampak gempa cukup signifikan.
Editor: Donald Karouw