Danpussenif: Prajurit Infanteri Jadi Pelopor Atasi Kesulitan Rakyat
Pada upacara tersebut diwarnai penampilan Pasukan Tradisional Tahun 1945 atau Tentara Tempoe Doeloe dengan ditandai meminum air kelapa muda oleh Kasdam XIII/Merdeka sebagai kilas balik perjuangan rakyat Indonesia di bawah Komando Panglima Besar Jenderal Sudirman yang bergabung dalam ketentaraan perang gerilya pada tanggal 19 Desember 1948.
Pada saat itu juga dilaksanakan penyerahan simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya oleh pasukan Peleton Beranting yang merupakan manifestasi dari bentuk jiwa korsa sekaligus kebanggaan bagi prajurit infanteri sebagai pasukan terdepan dalam setiap pertempuran.
Sebagai tradisi peringatan Hari Infanteri bagi prajurit yang berkorps infanteri melaksanakan jalan kaki Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya, yang setiap tahun rutin dilaksanakan oleh prajurit TNI AD Kecabangan Infanteri.
Adapun jarak jalan kaki yang ditempuh sejauh 51,4 km dari titik start di lapangan Sparta Tikala Kantor Wali Kota Manado dan selesai di Kantor Wali Kota Bitung secara estafet.
Usai kegiatan upacara, dibagikan tali asih dari Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh yang diserahkan oleh Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Luthfie Beta secara simbolis kepada 300 warga yang tidak mampu sebagai bentuk bahwa TNI ada untuk rakyat.
Hadir pada acara tersebut, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Denny Masengi, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Inf. Theodorus Kawatu, para pejabat utama Kodam XIII/Merdeka, Wali Kota dan Forkopimda Kota Bitung, Kasrem 131/Santiago beserta para kasi Kasrem 131/Santiago.
Kegiatan Hari Infanteri Ke-74 TNI AD tersebut juga dilaksanakan di seluruh korem jajaran Kodam XIII/Merdeka.
Editor: Cahya Sumirat