Dukung Keluarga Maslahat, Dirjen Pendis Minta PTKIN Perkuat Pendidikan Domestik
“Dahulu, ada program Keluarga Berencana, ada Posyandu yang menurut saya luar biasa dampaknya bagi keluarga. Nah saat ini kita akan membuat program Keluarga Maslalah, yang di dalamnya ditambahkan penguatan tentang hak-hak kewarganegaraan,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Men beberapa waktu lalu.
Dia meminta kepada seluruh jajarannya, untuk terlibat aktif dalam upaya pembentukan keluarga maslahah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin sinergi dan jejaring komunikasi dengan ormas Islam.
Menurut Gus Men, setidaknya ada empat dimensi yang perlu diperhatikan dalam menjalin sinergi.
Pertama, jumlah kerjasama yang dilakukan “Semakin banyak kerja samanya, maka akan semakin banyak pesan yang tersampaikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Kedua, ruang lingkup geografis kerja sama dan aktivitas yang dilakukan harus memperhatikan sumber daya yang tersedia.
Ketiga, tingkat kecanggihan kerja sama “Ini penting. Agar kegiatan kerja sama berjalan baik, harus didukung dengan perkembangan teknologi informasi. Bikin aplikasi yang bisa memudahkan kerja. Sehingga, kerja sama yang dijalin tidak manual dan konvensional.
Keempat, tingkat penerimaan. Program Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga Maslahah harus benar-benar sampai ke bawah dan harus dirasakan masyarakat secara luas.
Editor: Kastolani Marzuki