Inovasi Entaskan Kemiskinan, Elly Lasut Raih Penghargaan PDA 2024
"Artinya kita harus melakukan perjalanan 12 jam untuk memasarkan tuna yang harganya lebih rendah 100 persen dibandingkan International Fish Spot. Inilah yang sebenarnya menjadi pencetus bahwa ketika kita 500 ton dikalikan per kg Rp22.000 setiap kali kita kehilangan Maka sangat besar kehilangan uang akibat produksi dari tuna bagi warga masyarakat Talaud," ucapnya.
Untuk itulah ucap Elly, regulasi akan sangat berdampak untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kepulauan Talaud. Terkait raihan penghargaan, dia menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari penilaian iNews terhadap langkah-langkah strategis yang diambilnya.
Elly berujar, angka kemiskinan di Talaud menurun sangat drastis dari sekitar 10, kini berkurang 7,2.
"Tadi disampaikan oleh Menteri Azwar Anas, kita adalah salah satu dari dua Kabupaten terendah di Sulawesi Utara 0,14 dan ini merupakan satu bagian dari langkah-langkah yang dilakukan secara terintegrasi bersama-sama dengan warga dan masyarakat bersama pemerintah untuk membangun ekonomi di Kabupaten Talaud dan itu dianggap sebagai satu strategi keluar dari kemiskinan begitu," ucapnya.
Sementara itu, malam ajang Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2024 berlangsung semarak dan disiarkan iNews pada 8 Agustus 2024. Dalam sambutannya, Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan dalam rangka memberikan apresiasi kepada kepala daerah. Selain itu juga untuk memotivasi kepala-kepala daerah lainnya.
“Awards ini ditunjukkan dan memiliki dua tujuan yang pertama menentukan apresiasi dari kepala atau pemimpin daerah yang berprestasi. Kedua untuk memberikan contoh kepada pemimpin daerah yang lain agar termotivasi untuk juga memberikan kontribusi yang lebih,” ujarnya.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, serta tamu undangan lainnya.
Editor: Rizqa Leony Putri