Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Babel Bongkar Penimbunan Solar Subsidi 8.000 Liter, 3 Orang Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Jika Pemerintah Naikkan Harga Pertalite jadi Rp10.000 per Liter, Ini yang Terdampak

Minggu, 21 Agustus 2022 - 16:45:00 WIB
Jika Pemerintah Naikkan Harga Pertalite jadi Rp10.000 per Liter, Ini yang Terdampak
Jika harga Pertalite jadi Rp10.000 per liter, inflasi diprediksi tembus 6,2 persen. (Foto: Cahya Sumirat)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Pertalite dan Solar minggu depan kian santer. Alasannya, harga minyak dunia dan membengkaknya anggaran subsidi energi semakin membebani APBN.

Pengamat Ekonnomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi tidak memungkiri, pemerintah memang semakin terbebani oleh subsidi energi dari APBN yang semakin membengkak, hingga mencapai Rp502,4 triliun. Bahkan bisa mencapai di atas Rp600 triliun jika kuota Pertalite ditetapkan sebanyak 23.000 kiloliter akhirnya jebol.  

"Namun, opsi menaikkan harga BBM subsidi bukanlah pilihan yang tepat saat ini. Alasannya, kenaikkan harga Pertalite dan Solar, yang proporsi jumlah konsumen di atas 70 persen sudah pasti akan menyulut inflasi," kata Fahmy, Minggu (21/8/2022).

Dia mengatakan, jika harga jual Pertalite tembus Rp10.000 per liter, dia memperkirakan, kontribusi terhadap inflasi mencapai 0,97 persen. Sehingga inflasi tahun berjalan bisa mencapai 6,2 persen year on year (yoy). 

"Dengan inflasi sebesar itu akan memperpuruk daya beli dan konsumsi masyarakat, sehingga akan menurunkan pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai 5,4 persen," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut