Keluarga Sopir Travel asal Toraja Utara yang Ditembak KKB di Wamena Menanti Jenazah Dipulangkan
TORAJA UTARA, iNews.id - Duka menyelimuti keluarga Aris Sanda, sopir travel asal Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Keluarga di kampung halaman kini berharap jenazah korban segera dipulangkan untuk dimakamkan.
Aris merupakan warga Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara. Korban diketahui telah merantau ke Papua selama 23 tahun dan bekerja sebagai sopir selama 13 tahun.
Selama bekerja, Aris dikenal sering melayani perjalanan warga di wilayah pegunungan, termasuk masyarakat di kawasan Pegunungan Mbua. Bagi keluarga, sosok Aris dikenal sederhana dan baik hati.
Aris juga menjadi tulang punggung keluarga. Dia dikenal sebagai ayah yang menyayangi anak-anak serta tetap memperhatikan sanak saudaranya, baik yang berada di Wamena maupun di Toraja.
Ibunda korban, Elisabet Salasa tak kuasa menahan tangis saat mengenang perjuangan anaknya selama berada di perantauan. Aris yang merupakan anak keempat dari lima bersaudara itu disebut selalu memberikan perhatian kepada keluarga di kampung, terutama ayahnya yang telah lanjut usia.
Menurut keluarga, Aris sebelumnya berencana pulang ke Toraja dan berkumpul bersama orang tua serta sanak saudara. Namun, rencana tersebut tidak terwujud setelah korban tewas dalam penembakan di Wamena.
"Waktu telepon dia bilang tunggu Ma, nanti saya pulang kita berkumpul, saya rindu sama Mama. Kasian Mama sama Bapak sudah tua," kata Elisabet.
Keluarga menyebut Aris diduga dipaksa membuat video singkat berisi pernyataan dukungan terhadap Papua Merdeka sebelum kemudian dihabisi oleh kelompok bersenjata.
Kabar tersebut meninggalkan duka mendalam bagi orang tua dan keluarga korban. Mereka kini berharap jasad Aris dapat segera dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan.
Selain itu, keluarga meminta aparat segera menangkap anggota KKB atau dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM), pelaku penembakan yang menyebabkan Aris meninggal dunia.
Sementara itu, satuan tugas terkait terus mengoptimalkan pengamanan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Aparat juga masih berfokus mencari pelaku penembakan.
Editor: Kurnia Illahi