Kisah Raja Restoran Hotpot Berharta Rp83 Triliun, Dulunya hanya Tukang Las
Akhirnya pada 1994, dia membuka restoran hotpot pertamanya. Meski tidak memiliki modal, kemampuan memasak atau keahlian dalam menyiapkan hotpot tradisional Sichuan, namun dia memiliki visi menawarkan pengalaman restoran yang berkesan kepada pelanggannya.
Zhang mendirikan Haidilao bersama kekasihnya Shu Ping yang kini menjadi istrinya, serta dua orang teman. Mereka membuka restoran dengan empat meja di rumahnya di Jianyang, Sichuan.
"Saya tidak punya uang, jadi yang lain adalah investor, meskipun seluruh investasi kurang dari 10.000 yuan. Meskipun saya tidak berkontribusi banyak dalam modal uang di awal, saya mengambil posisi sebagai manajer umum dan berjanji kepada yang lain bahwa aset kami akan tumbuh menjadi 150.000 yuan dalam lima tahun," kata dia, dikutip dari NextShark, Selasa (8/3/2022).
Dalam beberapa bulan, bisnis hotpot empat mejanya sukses dan mengalahkan semua bisnis hotpot lainnya di Jianyang. Mereka pun mempercantik restoran, memperbaiki dekorasi, dan melengkapi ruangan dengan AC. Pada 1998, Zhang membuka toko kedua.
Namun pada 2018, Zhang memutuskan menjadi warga negara Singapura yang dinaturalisasi. Pada akhir 2018, Haidilao telah berkembang ke 466 lokasi di lebih dari 100 kota di China daratan, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat (AS).