BBPJN Sumsel Gunakan Tanaman Vetiver untuk Mencegah Longsor
BBPJN Sumsel sudah berkoordinasi dengan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Kementerian PU, terkait penggunaan rumput vetiver tersebut, serta menggelar survei ke daerah rawan longsor di Kota Pagaralam, Sumsel.
Saat ini, terdapat sekitar 90 titik lereng yang berpotensi longsor berdasarkan hasil survei BBPJN Sumsel, lorong potensi tinggi, sedang dan rendah. Namun sudah ditangani sebanyak 20 titik lereng sejak 2020-2021.
Kepala BBPJN Sumsel Kgs Syaiful Anwar mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Sumsel untuk penggunaan rumput ini, yang pernah dipakai di Sungai Citarum saat erosi besar-besaran beberapa tahun lalu.
“Kami bisa merangkul warga setempat saat penanaman rumput vetiver. Kami harap masyarakat bisa terbantu dari sisi ekonomi, apalagi ini sebagai pilot project,” ujarnya.
Harga rumput vetiver juga cukup terjangkau karena satu bongkol berkisar Rp60.000. Rumput tersebut juga tidak perlu disiram, sehingga biaya perawatannya bisa ditekan.
Editor: Berli Zulkanedi