BMKG Akan Tambah Alat Pendeteksi Gempa di Perbatasan Sumsel-Bengkulu
Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat terjadi lebih dari 12 kali gempa darat dalam kurun dua bulan terakhir yang berpusat di Patahan Besar Sumatera Segmen Manna (Pagaralam), Segmen Musi (Empat Lawang) dan Segmen Komering.
Salah satu gempa paling besar terjadi pada 31 Januari 2020 Pukul 18.55 WIB dengan magnitudo 4,3 skala richter yang getaranya terasa hingga Kota Lubuklinggau. Gempa darat tektonik tersebut bersumber di wilayah Bukit Barisan pada jarak 14 Kilometer Barat Laut dengan kedalaman 2 Kilometer di Kabupaten Empat Lawang.
Namun frekuensi gempa paling banyak berada di Segmen Manna yang terjadi 11 kali, bahkan sembilan di antaranya terjadi hanya dalam kurun lima hari dengan magnitudo di bawah 5 skala richter, peningkatan tersebut dinilai 'tidak lazim' mengingat Segmen Manna Pagaralam termasuk patahan lokal pasif.
Adriansyah mengimbau mayarakat agar tetap waspada. Pasalnya, Segmen Manna, Musi dan Komering masih menyimpan potensi gempa tektonik dengan kekuatan maksimum 7 skala richter yang bersifat sangat merusak karena rambatan langsung ke pemukiman.
Sayangnya, Adriansyah belum bisa memastikan pelaksanaan pemasangan alat pendeteksi gempa tersebut karena masih berkoordinasi dengan Pemkab Empat Lawang.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto