Gubernur Herman Deru Buka Festival Rempah Sumsel 2020
Sebagai bentuk edukasi yang berkelanjutan, Herman Deru meminta dinas pendidikan dapat menjadikan rempah ini sebagai pembelajaran muatan lokal. Terutama untuk kalangan anak-anak usia PAUD.
"Saya minta kepada Dinas Pendidikan agar ada pengenalan pengetahuan tanaman rempah ini pada anak-anak usia dini. Agar anak-anak kita mendapatkan informasi yang benar sehingga dapat memelihara tumbuhan rempah yang ada di sekitar mereka," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru menjelaskan rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma digunakan dalam jumlah kecil dalam makanan sebagai pengawet masakan. Rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan tanaman obat, sayuran, aroma atau perisa makanan.
"Sejarah telah membuktikan hal tersebut, bahkan bangsa-bangsa di eropa datang ke Nusantara untuk berburu dan menguasai rempah negeri kita.
"Rempah menjadi barang dagangan yang paling berharga. Rempah selain digunakan untuk masakan, juga dibuat untuk pengobatan. Memperkaya khazanah kuliner khas daerah, serta bermanfaat meningkatkan kesehatan bagi masyarakat," ucap Feby.
Dia menyebut, festival rempah bertujuan untuk mengenalkan keberadaan rempah hasil Bumi Sriwijaya. Selain itu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membantu bangkitnya ekonomi kerakyatan dan UMKM yang terdampak Pandemi Covid-19.
"Festival ini diikuti oleh TP PKK Kabupaten / Kota Se Sumsel, Organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW, Dewan Rempah Indonesia dan perkumpulan jamu gendong, serta Stand UMKM dan kuliner," katanya.
Editor: Faieq Hidayat