Pelajar SMK Negeri di Lahat Tewas Tertimpa Besi dalam Bengkel Sekolah
Kemudian datang dua murid yang menanyakan kepada pihak sekolah tersebut. "Ada yang ngait (nyangkut) pak, kata bapak tersebut tidak. Kemudian pihak sekolah melihat dan mencari apa permasalahan besi tersebut tidak bisa diangkat," kata Ayahnya.
Kemudian korban AG tiba-tiba berinisiatif membantu dengan cara mencongkel dengan obeng. Namun naas ternyata alat tersebut malah terlepas dan menghantam muka korban, sehingga membuatnya terpental.
"Saat itu memang lagi kondisi istirahat, karena ruangan bengkel sempit, pihak sekolah melakukan penyusunan. Pihak sekolah memang tidak ada mengajak siswanya. Namun anak aku (almarhum) reflek membantu tampa disuruh. Mungkin karena tergerak hatinya ikut membantu," ucap Ayahnya dengan kondisi bersedih.
Korban AG sempat dilarikan ke rumah sakit. Namin karena pendarahan di kepala akhirnya pada pukul 11.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya.
SR dan keluarganya sudah menerima dengan ikhlas apalagi pihak sekolah sudah beritikad baik. "Kami tidak akan menuntut pada pihak manapun karena ini musibah," tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Kurniawi H Burmawi didampingi Kanit Pidsus Ipda Chandra Kirana mengatakan, untuk kejadian tersebut pihak sekolah sudah menyampaikan surat damai dengan pihak keluarga korban. Namun kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan.
"Sudah diperiksa dari pihak sekolah dan keluarga korban. Kita lakukan pemanggilan untuk menyampaikan keterangan-keterangan," katanya.
Editor: Berli Zulkanedi