Petani di Sumsel Tak Masalahkan Subsidi Pupuk Dihapus, Simak Alasannya
Akibat tidak melakukan pemupukan pada musim tanam pertama tersebut, produktivitas petani setempat menurun drastis dari 5-6 ton per Hektare menjadi 3 ton per Hektare.
Demi menyelamatkan produktivitas sawah pada musim tanam kedua ini, petani akhirnya terpaksa membeli pupuk komersial dengan harga Rp500.000 per karung. (Kebutuhan 6 karung per Hektare). Sementara harga pupuk subsidi berkisar Rp110.000 per karung.
“Dengan keadaan ini, kami tidak masalah jika pupuk subsidi dihentikan, asalkan kami tidak sulit mendapatkan pupuk dan harganya terjangkau. Tidak seperti saat ini,” katanya.
Keinginan ini juga disampaikan, Ilham, petani Desa Muara Dunia, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Dirinya tak mempermasalahkan jika pupuk subsidi ini dihapuskan oleh pemerintah.
“Tidak ada gunanya juga, kami pun sulit mendapatkan pupuk. Masih juga terpaksa beli pupuk komersial yang harganya mahal karena barang sedikit,” kata dia.