Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Anak Dalam di Musi Rawas
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Bongkar Bisnis Pupuk Palsu di Sumsel, Gudang Tersebar di 2 Daerah

Rabu, 15 September 2021 - 06:19:00 WIB
Polisi Bongkar Bisnis Pupuk Palsu di Sumsel, Gudang Tersebar di 2 Daerah
Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy berada di salah satu gudang penyimpanan ratusan karung pupuk palsu. (Foto: Era)
Advertisement . Scroll to see content

MUSI RAWAS, iNews.id - Praktik penjualan pupuk palsu bermerek NPK Mutiara di Musi Rawas dan Lubuklinggau, Sumsel dibongkar. Sebanyak 700 karung pupuk palsu disita dan tiga orang pelaku ditangkap.

“ Ada tiga tersangka yang kita diamankan, semua warga asal Jawa Timur," kata Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy didampingi Kabag Ops Kompol Feby Febriana dan Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan, saat rilis di Gudang Penyimpanan Pupuk Palsu, di Desa Pedang, Muara Beliti, Musi Rawas, Sumsel, Selasa (14/9/2021).

Ketiganya Sumari (46), warga Dusun Ngeblek, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Lalu Nurul Hadi (46), warga Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.  Terakhir Nuryasin, (31) warga Desa Jegreg, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

Terungkapnya kasus ini saat ada warga STL Ulu Terawas, yang membeli pupuk dengan harga murah. Dia curiga dengan pupuk yang dijual tersangka karena ada perbedaan dengan pupuk yang biasanya digunakan. "Dari laporan warga tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan. Tersangka ditangkap Kamis (2/9/2921) di Desa Sukamana, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas," kata Kapolres.

Awalnya diamankan satu unit kendaraan jenis PICK UP merk Grand max Nomor Polisi S 9219-D, yang bermuatan pupuk NPK Mutiara diduga palsu, sebanyak 28 karung. Puluhan karung pupuk itu diedarkan tersangka Nurul Hadi dan Nuryasin di STL Ulu Terawas. Dari situ, dua pelaku tadi mengaku bahwa pupuk itu palsu. Kemudian keduanya menunjukkan dua gudang penyimpanan pupuk. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut