Abu Vulkanik Erupsi Gunung Sinabung Selimuti Bandara Kualanamu, 21 Penerbangan Dibatalkan
DELISERDANG, iNews.id — Sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mulai melumpuhkan sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Hingga Selasa (1/9/2026), sedikitnya 21 penerbangan dari dan menuju bandara tersebut diinformasikan batal sejak gangguan mulai terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026.
PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu menyebutkan, khusus pada Selasa, tercatat 20 penerbangan dibatalkan. Sejumlah penerbangan lainnya juga mengalami keterlambatan maupun perubahan jadwal.
Gangguan tersebut terjadi menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung yang berdampak terhadap operasional penerbangan, baik rute domestik maupun internasional.
Kondisi penerbangan masih bersifat dinamis. Perubahan status penerbangan dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan keputusan operasional masing-masing maskapai.
Sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan penerbangan, aktivitas operasional di Bandara Internasional Kualanamu juga sempat dihentikan sementara pada Selasa.
Berdasarkan informasi yang disampaikan PT Angkasa Pura Aviasi, melalui NOTAM A3250/26, aerodrome Kualanamu ditutup sementara mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB akibat dampak abu vulkanik Gunung Sinabung.
Penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu, Dedy Sri Cahyono, mengatakan keselamatan pengguna jasa dan seluruh aktivitas penerbangan menjadi prioritas perusahaan di tengah kondisi tersebut.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Bersama seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan terkait, kami terus melakukan koordinasi serta memantau perkembangan kondisi terkini,” kata Dedy.
Menurut dia, penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai kebutuhan dengan tetap berpedoman pada aspek keselamatan penerbangan.
Koordinasi dengan seluruh pihak terkait, lanjutnya, akan terus dilakukan sampai kondisi operasional penerbangan kembali normal.Dampak erupsi Sinabung terhadap penerbangan Kualanamu juga telah dilaporkan oleh sejumlah media pada 1 September.
Laporan tersebut menyebutkan adanya pembatalan, penundaan, serta perubahan jadwal penerbangan akibat abu vulkanik.
PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Kualanamu untuk tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan kembali status penerbangannya.