Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komeng soal MBG: Programnya Bagus, Cuma yang Kerja Nggak Bener
Advertisement . Scroll to see content

Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Karo, Kepala SPPG Dicopot hingga Dapur Disegel

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:35:00 WIB
Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Karo, Kepala SPPG Dicopot hingga Dapur Disegel
Ratusan pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, diduga keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis. (Foto: IG)
Advertisement . Scroll to see content

KARO, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tidak hanya mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, tetapi juga menyegel operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Tindakan tegas berkaitan dengan kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan pelajar.

Sedikitnya 279 pelajar tiga sekolah di Berastagi mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program MBG. BGN menyebut tindakan administratif itu menjadi bagian dari penanganan awal sambil mencari penyebab pasti kejadian.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, insiden di Kabupaten Karo menjadi pengingat bahwa seluruh tahapan pelayanan makanan harus mendapatkan pengawasan serius. Menurut dia, prioritas utama saat ini adalah memastikan kondisi para siswa dan melakukan penelusuran penyebab kejadian.

"Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya," ujar Sudaryono dikutip dari akun Instagram resminya, Jumat (14/8/2026).

Sudaryono menjelaskan BGN telah mengambil tindakan administratif berupa pencopotan Kepala SPPG terkait serta penyegelan dapur operasional MBG di Berastagi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas dugaan kasus keracunan yang dialami para pelajar.

"Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya," ujarnya.

BGN juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk menangani kejadian tersebut. Pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat guna mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

"Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat," katanya.

Sudaryono juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Dia berharap para siswa yang terdampak segera mendapatkan pemulihan.

"Saya dan Karo memiliki ikatan moral melalui marga Sitepu. Jangan menunggu masalah membesar untuk memperketat pengawasan. Kami minta maaf. Lekas sembuh," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumatra Utara mencatat sebanyak 279 pelajar terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG hingga Kamis (13/8/2026). Para pelajar tersebut berasal dari tiga sekolah di Berastagi, yakni SMP Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, dan SMAN 1 Berastagi. Sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan, yaitu RSU Kabanjahe, RS Efarina, dan RS Amanda.

Meski dapur MBG tersebut telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), penyebab pasti kejadian masih belum diketahui. BGN bersama pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan sampel sisa lauk pauk yang dikonsumsi para siswa untuk memastikan sumber dugaan keracunan MBG.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut