Gubernur Edy Rahmayadi Minta Bentuk Tim Percepat Penanganan Banjir Bandang Tapteng
“Bentuk tim, cari tahu kenapa banjir ini, nanti rapat. Kan sudah bertahun-tahun banjirnya. Jika tidak dicari tahu banjirnya datang lagi nanti, rakyat juga yang susah," kata Gubernur.
Sementara itu untuk jangka pendek, tim harus menyelesaikan berbagai persoalan dampak banjir bandang yang baru saja terjadi. Tim harus segera menangani dampak tersebut di antaranya kondisi rumah masyarakat dan berbagai fasilitas umum yang rusak.
“Saya minta tolong, nanti direncanakan dengan waktu sesingkat-singkatnya. Jika rumah orang ini hancurm harus dipikirkan bagaimana sementara itu,” kata Edy Rahmayadi.
Selain itu, pendidikan juga menjadi prioritas yang harus diselesaikan. Edy menginginkan agar sekolah yang masih terendam lumpur hingga peralatan sekolah yang rusak dan hilang, harus segera ditangani.
“Pendidikan ini juga prioritas kita karena masa depan bangsa, masa depan Sumut, bergantung pada pendidikan. Tidak bisa anak-anak ini berlama-lama dibiarkan tidak sekolah. Jika pendidikan tak berjalan, gelap kita. Kemudian pastikan kesehatannya juga,” kata Gubernur.
Menyikapi permintaan itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan siap membentuk tim sesuai instruksi Gubernur Sumut. Salah satunya dampak banjir terhadap pendidikan dan tanggul Sungai Aek Sirahar yang rusak.
“Saat ini kami membutuhkan peralatan sekolah yang terendam banjir. Kami meminta bantuan Pemerintah Provinsi untuk itu,” ujar Bakhtiar.
Editor: Maria Christina