Tolak Politisasi Mesjid, Massa Demo Kanwil Kemenag dan Bawaslu Sumut
Padahal, mereka yang belajar untuk menjadi seorang ustaz lewat lembaga formal saja, belum tentu berhasil memiliki predikat sebagai ustaz. Sedangkan, yang terjadi sekarang prosesnya begitu instan.
"Kami ini belajar dari ibtidaiyah, tsanwiyah, aliyah dan kemudian kuliah belum tentu menjadi ustaz," ujar dia.
Dia juga mengimbau masyarakat tidak takut bersuara jika masjid disalahgunakan untuk kepentingan politik. Karena rumah ibadah bukan milik capres cawapres atau satu parpol tertentu saja.
Dia menegaskan, tidak akan ragu melakukan protes jika ada khutbah yang lari dari nilai-nilai agama. Karena itu, dia berharap MUI mengeluarkan fatwa agar para khotib tak melenceng saat khutbah.
"Supaya para khotib dalam khutbahnya tidak mengeluarkan ujaran kebencian," ujar Rudi.
Tak hanya itu, mereka juga melihat adanya indikasi dari para pegawai honorer, guru honorer, penyuluh agama, dan pegawai ASN mencaci maki menteri mereka dan ulama melalui media sosial.
"Dan kita melihat ini sebagai suatu hal yang tidak sehat bagi negara ini," katanya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal