2 Warga Papua Terima Penghargaan karena Menyelamatkan Pendatang saat Kerusuhan
“Keduanya adalah simbol dalam menjaga perdagangan,” katanya.
Yason Yikwa mengatakan dirinya menolong warga ini karena melaksanakan firman Tuhan. Dalam injil ada perintah untuk saling mengasihi sesama manusia. Atas dasar itulah dia terpanggil untuk menolong warga.
“Saya sampaikan rusuh di Papua dan Wamena itu bukan karena agama atau gereja, tapi karena rasisme,” katanya.
Dirinya mengaku, sedang berada di dalam gereja saat terjadi kerusuhan. Dia lalu lari ke depan dan ke ruko. Saat itulah warga pendatang ketakutan dan meminta tolong.
Mereka lalu diarahkan untuk masuk dan berlindung ke komplek Gereja Baptis Panorama di Phike. Kebetulan di komplek ini juga terdapat asrama dan panti asuhan.
“Saya sampaikan kepada perusuh, lebih baik kamu membunuh saya daripada warga,” katanya.