Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Bulan Krisis Air Bersih, Warga Sambau Batam Blokade Jalan Nongsa Digital Park
Advertisement . Scroll to see content

5 Kecamatan di Kulonprogo Dilanda Kekeringan

Kamis, 05 Juli 2018 - 12:30:00 WIB
5 Kecamatan di Kulonprogo Dilanda Kekeringan
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo. (Foto: iNews/Budi Utomo).
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya ada lima kecamatan yang mengajukan permohonan air bersih karena dilanda kekeringan. Yakni, Kecamatan Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Sentolo dan Samigaluh.

Permohonan bantuan diajukan oleh lebih dari 100 titik terdampak di lima kecamatan tersebut. Kondisi kekeringan juga diperparah dengan penutupan saluran irigasi Kalibawang untuk proses perbaikan, akibatnya tidak ada pasokan air di sepanjang aliran irigasi tersebut.

“Permintaan air bersih dari masyarakat sudah dari pertengahan bulan Juni dari dua kecamatan yaitu Girimulyo dan Sentolo. Kemudian akhir Juni menyusul Kalibawang dan Samigaluh, dan menyusul Kokap. Hingga kini kami sudah menyalurkan 40 tangki air bersih ke masyarakat. Hari ini kami distribusikan 14.000 liter air ke Desa Salamrejo,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi, Kamis (5/7/2018).

Ariadi menjelaskan kekeringan di Kecamatan Sentolo setidaknya melanda tiga wilayah pedukuhan di Desa Salamrejo, yakni Disil, Ngrandu, dan Semen serta sebagian wilayah desa Sukoreno. Menurutnya, kedalaman sumur warga yang mencapai belasan meter kini mulai mengering hingga tidak ada lagi air yang bisa diambil. Kondisi tersebut sudah berlangsung memasuki bulan ketiga.

“Sekitar bulan Mei sudah kering. Air PAM Desa sudah enggak ada. Baru tahun ini kekeringan parah. Saya dan warga menginginkan air bersih, kalau masyarakat enggak ada air kan susah,” ujar salah seorang warga, Muntinah.

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, warga biasanya membeli air seharga Rp140.000 per satu truk tangki. Selain itu mereka juga mengandalkan jaringan air bersih dari program pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) yang mengambil air dari sumber di dekat pemukiman warga. Belakangan ini sumber air tersebut juga mengering dan air pamsimas tidak mengalir lagi ke rumah warga.

Editor: Muhammad Saiful Hadi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut