Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK
Advertisement . Scroll to see content

Akhiri KSN, GP Ansor Sampaikan Seruan Nusantara Islam Ramah

Jumat, 26 Oktober 2018 - 18:33:00 WIB
Akhiri KSN, GP Ansor Sampaikan Seruan Nusantara Islam Ramah
Sekjen GP Ansor Abdul Rochman (empat dari kanan) memberikan penjelasan terkair GUF di Hotel JW Marriot, Jalan Pajajaran (ringroad), Condongcatur, Depok, Sleman, DIY, Jumat (26/10/2018). (FOTO:SINDOnews/PRIYO SETYAWAN)
Advertisement . Scroll to see content

"Karena itu, Ansor mengajak masyarakat Indonesia untuk berani bersuara tentang konsensus kebangsaan dan Islam yang ramah, yaitu yang rahmatan lil'alamin," tandas Abdul Rohman seperti dikutip SINDOnews.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rochman membacakan Seruan Nusantara yang dibuat dalam empat bahasa, yaitu Indonesia, Jawa, Arab, dan Ingggris.

Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid menambahkan, GUF ini digelar Ansor sebagai perwujudan pengamalan warisan pemikiran kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU) di masa lampau dalam menegakkan Islam. Sebab saat ini, masih saja ada kelompok di Indonesia yang hanya berusaha menegakkan Islam dengan melupakan tiga ukhuwah, yakni ukhuwah islamiyah (persudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa), dan ukhuwah basyariah (persudaraan sesama manusia). Padahal ketiga ukhuwah itu harus dilaksanakan bersama-sama.

"Hal ini seperti yang disampaikan pimpinan NU tahun 80-an, KH Ahmad Shiddiq. Yang secara khusus dan tegas menyampaikan, muslim Indonesia yang ingin menegakkan Islam rahmatan lil alamin harus menegakkan tiga ukhuwah dengan bersamaan tidak bisa dipilih salah satu saja," paparnya.

Executive Director American Islamic Congress, Zainab Al Suwaij asal Irak mengungkapkan, pengalaman menyedihkan bagaimana peradaban negerinya dihancurkan karena Islam digunakan sebagai senjata politik. Menurut dia, masuknya gerakan yang menyebar kebencian atas nama agama untuk meraih kekuasaan membuat peradaban di Irak hancur.

"Saya bersyukur di Indonesia warganya menerima perbedaan, saya berharap ini terus disuarakan untuk kedamaian dunia. Jangan sampai lagi orang datang atas nama agama dan menghancurkan semuanya," katanya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut