Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Bumi Magnitudo 3,4 Guncang Gunungkidul DIY
Advertisement . Scroll to see content

Aksi Pro dan Kontra Bandara Rawan Memicu Konflik Sosial

Selasa, 12 Desember 2017 - 15:56:00 WIB
Aksi Pro dan Kontra Bandara Rawan Memicu Konflik Sosial
Warga Kulonprogo yang tergabung dalam Gerbang Bintang Selatan saat memberikan dukungan percepatan proyek bandara di kantor PT Angkasa Pura Palihan, Temon. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.id – Aksi sejumlah warga yang menolak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendapatkan tantangan dari kubu yang berbeda. Sekelompok warga yang mengatasnamakan diri Gerbang Bintang Selatan mendatangi PT Angkasa Pura I, Senin, 11 Desember 2017. Mereka menyatakan dukungannya terhadap pembangunan bandara di Kulonprogo.
 
Munculnya aksi dua kubu, pendukung dan penolak bandara NYIA, dianggap rawan menimbulkan konflik sosial masyarakat. Hal ini dinilai dapat mencoreng citra masyarakat Kulonprogo yang dikenal santun.

“Jelas, munculnya dua kubu ini akan menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” kata Arif Nurul Iman, pengamat sosial politik asal Kulonprogo, saat dimintai pendapatnya, Selasa (12/12/2017) siang.

Menurutnya, potensi kerawanan dan potensi konflik harus diminimalisir. Di sinilah peran polisi sangat menentukan untuk terciptanya suasana kondusif di masyarakat. Jangan sampai ada kekerasan yang menimpa warga masyarakat maupun mahasiswa. “Polisi harus memediasi agar jangan sampai ada kekerasan,” tuturnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Astungkoro mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo sudah berupaya untuk menemui warga yang belum mau melepaskan hak-hak atas tanahnya. Namun upaya pendekatan persuasif ini tidak bisa terlaksana. Tim dari Pemkab yang datang malah diusir kelompok mahasiswa. Mereka tidak boleh bertemu dengan warga yang masih bertahan.

“Pak Tri (Assisten Sekda) sudah kita minta ke sana, tetapi diusir,” ucap Astungkoro.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut