Antisipasi Antraks, Kulonprogo Intensif Awasi Perdagangan Ternak
"Jangan juga konsumsi hewan ternak yang mati mendadak," kata Ananta.
Penyakit antraks, kata Kogam, tidak ditularkan antarmanusia. Namun dari hewan yang terjangkit bakteri Bacillus antrachis. Penularan ini bisa lewat kulit, daging, tulang maupun kotoran hewan tersebut.
"Dari situ lah bakteri bisa masuk ke tubuh manusia lewat kulit yang terluka hingga udara," ujar dia.
Di Kulonprogo, kasus antraks sapi pernah ditemukan di Kecamatan Girimulyo pada 2017 lalu. Saat itu sudah tertangani secara intensif. Kasus ini sampai tertular kepada warga karena mengonsumsi daging sapi.
Selain memberi pengobatan kepada warga terjangkit, Pemkab Kulonprogo juga melakukan tindakan Surveillance dengan melakukan penyemprotan dan melakukan vaksinasi hewan-hewan yang sehat.
"Warga tidak perlu panik, namun harus waspada," katanya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal