Azam Menghafal Al-Qur’an Rahmad Melampaui Hadiah Apa pun
Syahdan. Perjalanan panjang Rahmat Amrozi dalam menghafal Al-Qur’an bermula dari usia 7 tahun yang sudah bercita-cita ingin menjadi pengajar Al-Qur’an. Rahmat belajar Al-Qur’an dengan metode sima’iyyah (mendengar) bersama Mbah Budi di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di dekat rumahnya.
Putus sekolah dasar karena rundungan kawan-kawan Rahmat dahulu sempat membuat orang tua Rahmat khawatir. Kekhawatiran orang tua Rahmat pada aktivitas pendidikan dan pembelajaran Rahmat yang akhirnya menuntunnya menyeriusi untuk menghafal Al-Qur’an sejak kecil.
Ayat demi ayat dan waqof demi waqof dibacakan Mbah Budi secara berulang 3 sampai 7 kali kepada Rahmat sampai menghafalnya dengan baik. Selesai menghafal 1 juz, Rahmat pun mulai menyimak MP3 Al-Qur’an untuk menambah dan mempercepat hafalannya pada tahun 2013. "Alhamdulillah, sampai hari ini saya hafal juz 1 sampai 23, juz 29, dan juz 30. Jadi total 25 juz Al-Qur’an," kata Rahmat.
Sampai hari ini, Rahmat telah mendapatkan berbagai sertifikat untuk hafalan Al-Qur’annya, termasuk beberapa sertifikat dari PPPA Daarul Qur’an dari beberapa kali agenda Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Qur’an beberapa tahun silam. Prestasi Rahmat dalam berbagai kejuaraan Menghafal Al-Qur’an juga sangat menyemangati kita semua.
Rahmat adalah juara tilawah terbaik se-DI. Yogyakarta pada tahun 2020 dan 2021. Pada kejuaraan Tahfidz 1 juz, Rahmat pernah menjadi yang terbaik, namun akhirnya didiskualifikasi karena umurnya melebihi batas syarat.