Bandara NYIA Sulit Menjadi Magnet Bisnis Hotel di Kulonprogo
YOGYAKARTA, iNews.id - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Istidjab Danunagoro menilai, kehadiran bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) belum mampu menarik minat investor untuk mengembangkan hotel berbintang di Kabupaten Kulonprogo.
Menurut dia, para investor cenderung memilih mengembangkan bisnis perhotelan di Yogyakarta dan Sleman, meski Bandara NYIA digadang-gadang akan menjadi pintu masuk wisatawan ke kota pendidikan tersebut.
"Kemarin sempat ada yang melakukan peletakan batu pertama, tapi itu juga terakhir dan tidak jadi membangun," kata Istidjab saat dikonfirmasi di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (2/1/2019).
Menurut dia, banyak pertimbangan yang dilakukan investor untuk menanamkan modalnya di daerah Kulonprogo. Di antaranya perhitungan mereka atas nilai investasi di sana, karena membangun hotel berbintang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
"Mereka masih takut balik modalnya lama. Karena, untuk mengembalikan modal investasi perhotelan setidaknya butuh waktu 8-10 tahun," ujar dia.