Bandara NYIA Sulit Menjadi Magnet Bisnis Hotel di Kulonprogo
Saat ini investor lebih memilih untuk membangun hotel di Kabupaten Sleman ataupun Kota Yogyakarta. Karena, saat musim liburan hotel selalu ramai kunjungan tamu. Bahkan, kamar yang tersedia selalu habis di momen-momen seperti Natal dan tahun baru kemarin.
Sayangnya, untuk mengembangkan bisnis perhotelan di dua kota tersebut, para investor terbentur dengan aturan moratorium. Di mana, sudah tidak boleh ada lagi pembangunan hotel di sana.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulonprogo, Agung Kurniawan mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa investor yang tertarik membangun hotel di dekat Bandara NYIA, mereka baru mengurus izin prinsipnya sekarang ini.
"Belum sampai pembebasan lahan," kata Agung.
Bandara NYIA ditarget beroperasi pada April 2019, dan mampu mendatangkan penumpang 15.000-25.000 orang per harinya. Berbeda dengan Bandara AdisutjiptoYogyakarta yang kapasitasnya hanya 7000-8000 penumpang di hari biasa, dan 9000-10.000 penumpang saat akhir pekan.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal