Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi Besar Kejahatan Jalanan di Lampung! 95 Orang Ditangkap, Senpi hingga Granat Disita
Advertisement . Scroll to see content

Bung Karno Nyaris Tewas, Dilempar 5 Granat saat Datang ke Acara Amal di Sekolah Megawati

Senin, 24 Januari 2022 - 20:10:00 WIB
 Bung Karno Nyaris Tewas, Dilempar 5 Granat saat Datang ke Acara Amal di Sekolah Megawati
Presiden Soekarno menghadiri acara ulang tahun Sekolah Perguruan Cikini (Percik) Jakarta, pada 30 November 1957. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Tidak hanya korban, Megawati juga mengaku masih mengingat betul nama teroris yang melemparkan granat-granat ke arah ayahnya dan rombongan kala itu. 

"Dulu ada satu grup yang tercuci otaknya, tidak sadar. Saadun dan Taasrif, keduanya guru yang sudah di-brainwash," ujar Megawati. 

Megawati mengatakan, dari hasil penelitian, pelaku teror tidak berhasil membunuh Bung Karno karena ayahnya itu ketika pulang meninggalkan sekolah dikerubuti anak-anak. 

"Dipeluk oleh anak-anak, ya kira-kira seperti Pak Jokowi sekarang ini, sering diminta selfie. Mereka (pelaku) tergugah dan detik-detik itu terlewati. Justru yang kena dan jadi korban teman-teman saya. Kalau tepat waktu, bisa yang kena ayah saya," kata Megawati sedih. 

Guntur Soekarno Putra juga punya kesaksian terkait tragedi ledakan granat Peristiwa Cikini 1957 tersebut yang ditulis dalam buku, "Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku". Dia menyebutkan, Bung Karno ketika itu datang mengendarai mobil kepresidenan Chrysler Crown Imperial Indonesia 1. Mobil itu hadiah dari Raja Saudi Arabia, lbnu Saud.

Kedatangan Soekarno diiringi konvoi kepresidenan yang terdiri atas sepeda motor polisi lalu lintas, jeep pengawal dari Corps Polisi Militer, jeep pengawal dari Detasemen Kawal Pribadi Presiden dan mobil rombongan lainnya.

"Bapak langsung melihat-lihat stan di bazaar. Aku yang kurang tertarik pada urusan pamer memamer langsung ngacir mencari stan-stan yang berisi permainan ketangkasan," kata Guntur.

Sementara Guntur dikawal petugas bernama Ngatijo. Dia sempat melihat rombongan sang ayah yang bersiap-siap untuk pulang dari atas gedung sekolah. Sambil minum limun, Guntur memandang dari atas. Suara ledakan dahsyat tiba-tiba terdengar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut