Debu dan Pasir di Bandara NYIA Berpotensi Picu Kerusakan Mesin Pesawat
“Sebenarnya ini lumrah terjadi di bandara yang ada di tepi laut, namun perlu diantisipasi dengan pembersihan perlu diintensifkan,” ujarnya.
Toto menjelaskan, dalam kegiatan HIRA ini sejumlah aspek di bandara tersebut dicek kelaikannya. Mulai dari dokumen-dokumen antisipasi keamanan bandara, infrastruktur, fasilitas hingga alat penunjang pengoperasian bandara. Pemantauan INACA juga melibatkan pimpinan maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.
Menurut Toto, secara umum Bandara NYIA dapat dikatakan telah memadai, pada bagian landasan pacu juga mencukupi untuk pendaratan pesawat berbadan besar.
“Landasan Oke, yang jadi catatan fasilitas pendukung di luar bandara seperti ketersediaan hotel, atau fasilitas medis,” ucap Toto yang juga seorang pilot sekaligus Quality dan Safety Director, Sriwijaya Air ini.
Toto mengatakan, salah satu catatan yang perlu ditindaklanjuti adalah belum turunnya sertifikat bandar udara (SBU). SBU menjadi pertimbangan maskapai untuk menggunakan Bandara NYIA.
“Seperti Air Asia, kalau mereka tidak mau karena masih menunggu kesiapan YIA, mereka boleh untuk tidak menggunakan bandara ini, nanti teknisnya bisa pindah sementara ke bandara terdekat,” ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki