Dituduh Provokator, Bupati Kulonprogo Siap Bebaskan 4 Aktivis
Dalam lanjutan pengosongan pagi tadi, mahasiswa bersama warga sempat terlibat aksi saling dorong dengan petugas gabungan. Bentrok kecil itu tidak berlangsung lama, karena petugas bergerak cepat dengan menangkap para pemicu keributan.
Tindakan agresif petugas menyebabkan sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka. Satu di antaranya Heronimus Heron. Dia mengalami luka memar di bagian dahi, serta siku tangannya tergores. Dia menceritakan ketika terjadi aksi saling dorong, dia sedang mengambil dokumentasi gambar. Lalu dia terjatuh dan menerima bogem mentah dari petugas, sedangkan tangannya tergores akar tanaman.
“Polisi telah melakukan kekerasan dan tidak profesional,” kata Heron.
Mahasiswa dan aktivis bersama warga sebenarnya sudah berusaha untuk menghindari kontak fisik dengan aparat kepolisian. Namun PT Angkasa Pura yang dikawal aparat kepolisian menumbangkan tanaman milik warga yang menolak. Padahal para pemilik lahan ini tidak mau menjual lahan untuk bandara. “Kami hanya membantu warga mempertahankan lahannya,” ujarnya.
Dia mengatakan, mahasiswa akan terus mendampingi warga yang menolak pengosongan lahan. Mereka tidak mau terjebak dalam mekanisme hukum dan mengakui lahan itu sudah di konsinyasi. “Kami akan terus bertahan karena lahan itu sumber penghidupan warga,” tutur Heron.
Editor: Donald Karouw