Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Mengarah ke Kali Sat
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Wedhus Gembel 2 Km ke Kali Sat, Warga Diminta Waspada

Rabu, 30 September 2026 - 20:50:00 WIB
Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Wedhus Gembel 2 Km ke Kali Sat, Warga Diminta Waspada
Gunung Merapi erupsi dengan meluncurkan wedhus gembel sejauh 2 km. (Foto: Badan Geologi)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran atau wedhus gembel sejauh 2 km, Rabu (30/9/2026) sore. 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pukul 15.51 WIB ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.

Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 20,9 milimeter dan durasi 155,21 detik. Hingga saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," ujar Badan Geologi dalam laporannya.

Sementara itu, dalam periode pengamatan enam jam terakhir pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas guguran masih mendominasi kegempaan Gunung Merapi. 

BPPTKG mencatat terjadi 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-89 milimeter dan durasi 32,05-150,91 detik. Selain itu, tercatat 20 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-41 milimeter, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi 25 meter di atas puncak.

Dalam laporan aktivitasnya, BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut