Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk
Advertisement . Scroll to see content

Harga Kedelai Impor Melambung, Pengusaha Tempe di Bantul Kurangi Ukuran

Selasa, 05 Januari 2021 - 09:06:00 WIB
Harga Kedelai Impor Melambung, Pengusaha Tempe di Bantul Kurangi Ukuran
Seorang perajin tempe di Bantul tengah memproduksi tempe di tengah kenaikan harga kedelai. (foto: iNews.id/Trisna Purwoko)
Advertisement . Scroll to see content

BANTUL, iNews.id – Kenaikan harga harga kedelai impor membuat para pengusaha tempe di Kabupaten Bantul terpuruk. Agar tidak merugi, mereka mengurangi berat dan ukuran tempe. 

Kenaikan harga kedelai ini sudah dirasakan para perajin tahu dan tempe dalam beberapa pekan belakangan. Kondisi ini semakin memperparah pasar tahu dan tempe karena masih terpengaruh masa pandemi Covid-19. Hal ini menjadikan para pengusaha sulit bertahan, karena kedelai menjadi bahan utama pembuatan tahu dan tempe.

“Agar tetap bertahan, saya siasati dengan mengurangi ukuran tempe dan beratnya,” kata Hisyam Bukhori salah satu perajin tempe di Sewon, Selasa (5/1/2021).

Hisyam yang akrab disapa Abu Tempe ini, sudah memproduksi tempe sejak 1990 silam. Kenaikan harga kedelai import ini bukan kali pertama dirasakan. Beberapa waktu lalu, kondisi juga pernah terjadi. Hanya saja saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, yang sangat merepotkan para pengusaha. 

“Beberapa temen sudah ada yang mulai menghentikan produksi karena tidak bisa bertahan,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut