Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Sabu 6,9 Kg dari Malaysia, 1 Kurir Narkoba Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Jagoan Kopassus Ini Harus Bertempur dengan Anak Didik di Rimba Kalimantan

Kamis, 10 Februari 2022 - 10:37:00 WIB
 Jagoan Kopassus Ini Harus Bertempur dengan Anak Didik di Rimba Kalimantan
Korps Baret Merah atau Kopassus pernah berhadapan dengan pasukan bersenjata yang mereka latih sendiri. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Pertempuran demi pertempuran dilakukan Hendropriyono walaupun pedih karena harus melawan anak didiknya. Awalnya pendekatan persuasif dilakukan dan sebagian menuai keberhasilan. Hanya saja, pasukan Kopassus juga kadang terpaksa menangkap dan menewaskan tokoh-tokoh gerilyawan Kalimantan jika langkah persuasif tidak berhasil.

"Masalahnya begini. Kita melatih PGRS, kewaspadaan Bung Karno dulu jangan sampai ini mengotori pasukan nasionalis. Karena PGRS kan dulu komunis, karena itu dibentuklah TNKU alias Tentara Nasionalis Kalimantan Utara untuk memisahkannya dengan komunis. Tapi latihannya bareng. INKU itu isinya RPKAD, isinya kita," ucap Hendropriyono.

Awalnya, TNKU dikomandani oleh Letjen Zulkifli. Hanya saja dua tahun kemudian, TNKU dipimpin oleh Ahmad Zaidi yang belakangan diketahui merupakan mata-mata Inggris.

"Pasca-PGRS, Ahmad Zaidi menjadi menteri besar di Sarawak, Malaysia. Kita melatih mereka dulu karena kampanye konfrontasi dengan Malaysia," kata Hendropriyono.

Mertua Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ini berhasil menangkap dan menumpas anggota PGRS, namun tidak Bong Khee Chok. Pimpinan PGRS tersebut baru keluar dari hutan pada November 1973 dan menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Malaysia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut