Merapi Erupsi, BPPTKG Yogyakarta Terbitkan Zona Orange untuk Penerbangan
Senin, 14 Oktober 2019 - 21:33:00 WIB
Dia menjelaskan, erupsi Gunung Merapi itu sebelumnya tidak teramati peningkatan data pemantauan yang signifikan menjelang kejadian. “Kejadian ini disebabkan akumulasi gas vulkanik yang terlepas secara tiba-tiba,” ucapnya.
Menurut Hanik, ancaman bahaya dari erupsi itu sama seperti sebelumnya yakni, awan panas letusan (APL) yang bersumber dari material kubah lava.
Hasil pemodelan menunjukkan jika kubah lava saat ini 468.000 meter kubik runtuh. “Luncuran awan panas ini tidak melebihi radius 3 km,” ucapnya.
Terkait erupsi Merapi, Hanik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km seperti yang telah direkomendasikan.
Editor: Kastolani Marzuki