KULONPROGO, iNews.id – Minat warga Kulonprogo untuk mengadu nasib menjadi seorang transmigran masih cukup tinggi. Banyak warga yang ingin ikut dalam Program Transmigrasi ke Pulau Sumatera. Hanya saja, keinginan ini masih belum terlaksana karena minimnya kuota yang disediakan pemerintah pusat.
“Sebenarnya minta warga Kulonprogo cukup tinggi, tetapi kuota yang ada sangat terbatas,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Petugas Pelaksana Teknis Pengerahan dan Pemindahan Transmigrasi (PPTP2P) dan Pos Pelayanan Transmigrasi (Posyantrans), Jumat (31/5/2019).
Antisipasi Antraks, Kulonprogo Intensif Awasi Perdagangan Ternak
Dia mengungkapkan, para calon transmigran memfavoritkan Pulau Sumatera sebagai daerah tujuan untuk berpindah. Hal ini tak lepas dari akses perjalanan darat yang mudah dicapai. Begitu juga dengan kisah sukses para transmigran yang sudah diberangkatkan sebelumnya.
“Kuotanya itu sedikit, masih ada tapi pulau sendiri dekat Aceh,” katanya.
Kabid Transmigrasi Heri Widada mengatakan, setiap tahun kuota yang disiapkan pemerintah cenderung menurun. Untuk Program Transmigrasi regular pada 2016, kuota yang tersedia 51 KK, kemudian 2017 menjadi 18 KK dan tahun 2018 jadi 17 KK.