Pemkot Yogya Waspadai Peredaran Telur Tetas Dijual untuk Konsumsi
Secara fisik, lanjut dia, tidak ada perbedaan yang mencolok antara telur ayam infertil dan telur ayam konsumsi. Namun, di suhu ruang, telur ayam infertil hanya mampu bertahan sekitar tujuh hari sedangkan untuk telur ayam konsumsi bisa bertahan hingga sekitar satu bulan.
“Di beberapa daerah yang sudah ditemukan praktik jual belinya, telur ayam infertil dijual dengan harga yang sangat murah yaitu Rp7.000 per kilogram. Padahal harga jual telur konsumsi mencapai sekitar Rp20.000 per kg,” katanya.
Karena perbedaan harga yang sangat jauh tersebut, banyak konsumen yang kemudian tergiur untuk membeli telur ayam tersebut. Meningkatnya praktik jual beli telur ayam infertil di beberapa daerah, karena suplai anakan ayam sudah mencukupi bahkan cenderung berlebih.
“Akhirnya, telur pun langsung dijual ke pasar,” katanya.
Biaya menetaskan telur akan lebih mahal dibanding anakan ayam. Pemerintah sudah memiliki aturan untuk melarang penjualan telur infertil yang diatur dalam Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.
Editor: Nani Suherni