Banyak penumpang dari wilayah DIY dan Jateng wilayah selatan juga memilih untuk turun di Bandara YIA. Seperti dari Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Temangung dan Banjarnegara.
Rute penerbangan saat ini, di antaranya Citilink yang melayani Halim (Jakarta)-YIA pulang pergi (PP). Selebihnya Batik Air, melayani YIA-Palangkaraya, YIA-Samarinda dan YIA-Cengkareng, dua kali dalam sehari.
“Okupansi ke Palangkaraya dan Samarinda saat ini bagus di atas 65 persen. Kalau ke Jakarta memang hanya 50-an,” ucapnya.
Airport Operation and Services Senior Manager PT Angkasa Pura I Nyoman Nur Rohim menambahkan, Bandara YIA dilengkapi dengan kargo dengan kapasitas 500 ton per hari. Nantinya di bagi 200 ton untuk penerbangan internasional dan 300 domestik. Hanya saja, semenjak dioperasionalkan, hingga saat ini belum ada maskapai yang memanfaatkan layanan kargo.
“Terminal kargo kami kapasitasnya jauh lebih besar dengan yang ada di Adisutjipto,” tuturnya.
Pelayanan kargo ini juga menggunakan mekanisme internasional. Mulai dari pemeriksaan menggunakan X-Ray, explosif hingga metal detector. Selain itu, menempatkan barang kiriman sesuai dengan kondisi dan jenisnya.
“Kami juga ada karantina untuk memeriksa dokumen satwa,” ujar Nur Rohim.
Editor: Donald Karouw