Berbeda dengannya, Sukarya pemilik indekos putri Griya Alesa di Condongcatur, Depok, Sleman. Dia mengaku saat ini dari 12 kamar sudah tersisa satu kamar yang belum dihuni. Sementara kamar lainnya sudah dihuni dengan sistem pembayaran yang disepakati.
Ada Peserta Habiskan Rp100 Juta untuk Suku Cadang Demi Ikut Kontes Sepeda Ontel
"Ada yang per bulan ada yang per tahun, tergantung penghuni," katanya.
Normalnya, kata Sukarya, tarif yang dibebankan kepada penghuni Rp500.000 per bulan. Hanya saja karena pandemi Covid-19, dia memberikan diskon hingga 20 persen untuk membantu meringankan beban penghuni.
"Selain berstatus pelajar, penghuni indekos ini juga berasal dari pekerja dan mahasiswi. Mereka kebanyakan penghuni baru," katanya.
Sukarya mengatakan sejak Maret-Juni, hanya empat indekos yang dihuni. Sementara delapan indekos lainnya dikosongkan karena ditinggal penghuninya yang pulang kampung. Akibatnya, kerugian yang ditanggung sekitar belasan juta rupiah.
"Saat ini, kami berlakukan protokol kesehatan," katanya.
Salah satu protokol kesehatan yang diterapkan adalah larangan menerima tamu yang berasal dari luar daerah. Terutama dari daerah zona merah. Aturan tersebut diterapkan untuk memotong mata rantai penyebaran virus Covid-19.
"Aturan ini sudah saya sampaikan sejak awal. Saya sendiri ikut mengawasi karena lokasi indekos hanya di sebelah rumah," ucapnya.
Editor: Nani Suherni