“Karena siswanya minim, bantuan operasional sekolah juga minim. Disesuaikan dengan banyaknya siswa,” katanya.
Meski keterbatasan sarana dan jumlah siswa, namun anak-anak di sekolah tersebut tetap semangat dalam pelajaran. Kekurangan bukan menjadi halangan bagi siswa untuk belajar. Bahkan sistem pembelajaran menjadi lebih efektif dalam pendalaman materi pembelajaran.
"Tetap biasa sekolah,” ucap seorang siswa Herwulan Saputri Senja.
Diketahui, keberadaan sekolah ini berada di tengah Hutan Wanagama. Lokasinya sejauh 5 kilometer dari pemukiman penduduk. Jembatan utama yang menjadi akses ke sekolah jebol sejak banjir menerjang kawasan pada 2017 silam. Sampai saat ini, kondisi pembangunan perbaikannya mangkrak.
Editor: Donald Karouw