Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MHX Surabaya 2026 Hadirkan 20 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Layanan Wisata Medis
Advertisement . Scroll to see content

Universitas Islam Indonesia Dorong Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia

Sabtu, 12 Juni 2021 - 21:52:00 WIB
Universitas Islam Indonesia Dorong Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia
UII mendorong pengembangan obat modern asli Indonesia. (Foto : Ist)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Universitas Islam Indonesia (UII) mendorong pengembangan obat modern asli Indonesia. Pengembangan obat modern dengan memanfaatkan bahan baku domestik merupakan salah satu solusi mencapai kemandirian obat.

"Pengembangan obat modern asli Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku domestik termasuk tanaman herbal nampaknya menjadi tantangan yang harus dipecahkan dan dihadapi secara kolektif," kata  Rektor Fathul Wahid saat peluncuran Program Studi Farmasi Program Magister UII secara daring dipantau di Yogyakarta, Sabtu (12/6/2021).

Fathul menemukan data bahwa 90 persen bahan baku obat Indonesia masih diimpor. Salah satu alasan yang mengemuka adalah cacah perusahaan nasional yang memproduksi bahan baku obat di Indonesia masih sangat terbatas. "Sehingga tidak memenuhi kebutuhan," ujar dia.

Padahal, menurut dia, ketersediaan obat yang berkualitas di setiap fasilitas layanan kesehatan dan pasar merupakan salah satu bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan publik.

Oleh sebab itu, dengan mengembangkan obat asli Indonesia, ia menilai secara hitungan ekonomi kasar, harga obat diharapkan lebih terjangkau oleh publik karena menggunakan bahan baku lokal.

Upaya itu, menurut Fathul, bisa menjadi salah satu solusi di tengah proporsi alokasi anggaran untuk kesehatan yang meningkat.

"Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas, apalagi dalam konteks di mana pandemi belum dapat seluruhnya dikendalikan," katanya.

Dia meyakini alokasi anggaran kesehatan mempunyai kaitan dengan kualitas kesehatan publik karena ketersediaan infrastruktur dan layanan kesehatan membutuhkan dana yang tidak kecil.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut