Wagub Pakualam X Melayat ke Rumah Duka, Sultan HB X dan Permaisuri Tak Terlihat
"Beliau sempat dirawat di Singapura hingga pindah perawatan di Jakarta," katanya.
Cucu Sultan Hamengku Buwono VIII, Kanjeng Raden Tumenggung Jatiningrat alias Romo Tirun mengenang Cakraningrat merupakan sosok yang low profile. Namun terkadang mudah meledak jika melihat sesuatu yang menurutnya berjalan tidak benar.
"Beliau selalu mengingatkan dana keistimewaan itu uang rakyat. Harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat," ucapnya.
Terkait tidak hadirnya Sultan HB X dengan wafatnya Cakraningrat, Tirun mengaku tidak tahu sebabnya. Namun dia memastikan, jika Raja Keraton bertahta tidak ada pantangan untuk pergi melayat.
"Tapi ada makam yang dilarang untuk didatangi, Makam Imogiri dan Kotagede. juga melewati Plengkung Gading," tuturnya.
Diketahui, almarhum GBPH Cakraningrat semasa hidup bersama sejumlah Rayi Dalem Keraton Yogyakarta berbeda pendapat dengan Sri Sultan HB X terkait suksesi di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Cakraningrat juga menolak wacana mengenai GKR Mangkubumi yang dipersiapkan menjadi putri mahkota.
Almarhum GBPH Cakraningrat merupakan anak kedua dari istri keempat Sri Sultan HB IX dengan Kanjeng Raden Ayu Ciptomurti. Dia wafat pada usia 59 tahun di Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng, Jakarta Pusat Minggu (21/7/2019) akibat komplikasi. Jenazahnya akan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja di Kotagede, Yogyakarta.
Editor: Donald Karouw