Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MAIR 2025 Jakarta International 10K Hadir dengan Rute Ikonik Monas–Lapangan Banteng, Diikuti 25.000 Pelari
Advertisement . Scroll to see content

5 Pebulu Tangkis Legendaris Indonesia yang Paling Ditakuti di Dunia, Nomor 2 Raja All England

Jumat, 10 Desember 2021 - 15:51:00 WIB
5 Pebulu Tangkis Legendaris Indonesia yang Paling Ditakuti di Dunia, Nomor 2 Raja All England
Pebulutangkis legendaris Indonesia Rudy Hartono. Foto: Istimewa
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id- Sejumlah pebulu tangkis legendaris Indonesia jadi yang paling ditakuti di dunia. Atlet bulu tangkis Indonesia itu biasa memang mempunyai prestasi yang tak main-main.

Indonesia memang dikenal memiliki pemain berbakat di bulu tangkis sejak puluhan tahun yang lalu. Para pemain asal Indonesia tak jarang sampai melegenda dan ditakuti.

Bahkan dari generasi ke generasi Indonesia selalu punya pebulu tangkis legendaris yang paling ditakuti ditakuti.

Berikut lima pebulu tangkis legendaris Indonesia yang paling ditakuti di dunia:

1. Liem Swie King

Nama Liem Swie King tentu tidak asing di telinga para pecinta bulu tangkis Tanah Air. Sosok yang satu ini merupakan legenda hidup tunggal putra Indonesia yang bermain pada akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an.

Pria asal Kudus ini memiliki kemampuan smash yang sangat dahsyat. Bahkan, saking kerasnya dia sampai dijuluki King of Smash alias Raja Smash bulu tangkis. Untuk itu, dia sangat ditakuti oleh lawan-lawannya.

Sepanjang karirnya, King mengoleksi beberapa trofi bergengsi seperti tiga gelar juara All England (1978,1979,1981), medali emas Asian Games 1978, hingga Piala Thomas dan masih banyak lagi gelar yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Berkat prestasinya itu, pria yang kini berusia 65 tahun itu dianugerahi penghargaan Hall of Fame oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang menunjukkan bahwa dia merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik sepanjang sejarah.

2. Rudy Hartono

Rudy Hartono merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik yang dimiliki Indonesia. Hanya Svend Pri (memegang piala) yang bisa mengalahkannya di All England. (foto: nationalbadmintonmuseum.com)
Rudy Hartono merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik yang dimiliki Indonesia. Hanya Svend Pri (memegang piala) yang bisa mengalahkannya di All England. (foto: nationalbadmintonmuseum.com)

Sebelum era Liem Swie King, Indonesia memiliki seorang pemain yang sangat pantas disebut sebagai legenda, yakni Rudy Hartono. Pasalnya, Rudy sangat berprestasi hingga masuk ke dalam Guiness Book of World Record atas torehan delapan gelar All England dan empat gelar Piala Thomas.

Pria kelahiran Surabaya ini memiliki gaya permainan yang cepat dan kuat sehingga mampu menguasai pertandingan dengan mudah dan membuat lawan keteteran. Bahkan, karena sudah berprestasi dari usia belia, dia dijuluki ‘Wonderboy’ oleh banyak orang.

Selama berkarir di dunia tepok bulu, Rudy meraih 23 gelar juara turnamen dunia dari tiga nomor pertandingan yang berbeda, yaitu tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran. Lalu, pada Olimpiade Munich 1972, dia berhasil menyabet medali emas. Namun, karena adanya sebuah insiden Olimpiade itu tidak dilanjutkan hingga selesai dan membuat medali yang telah diraihnya itu tidak masuk dalam hitungan.

Dengan sederet prestasinya itu, bisa dilihat bahwa pria bernama lahir Nio Hap Liang itu sangat disegani oleh lawan pada masanya. Dan tak diragukan lagi bahwa Rudy adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

3. Taufik Hidayat

Potret mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat pada 2011. (Foto: Wikimedia Commons/Mayeres)
Potret mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat pada 2011. (Foto: Wikimedia Commons/Mayeres)

Taufik Hidayat merupakan salah satu pemain tunggal putra Indonesia yang ditakuti oleh lawan. Pasalnya, dia memiliki pukulan backhand yang sangat kuat dan sering membuat lawan tidak menyangka ketika dia tiba-tiba melepaskan backhand smash yang keras.

Pada masanya, pria yang kini berusia 40 tahun itu masuk dalam empat pemain tunggal putra terbaik dunia yang dijuluki Fantastic Four. Mereka adalah Lin Dan (China), Lee Chong Wei (Malaysia) dan Peter Gade (Denmark).

Hebatnya lagi, Taufik meraih ranking satu dunia ketika usianya baru menginjak 17 tahun. Setelah itu, dia terus berprestasi dan mengoleksi banyak gelar yang salah satunya adalah medali emas Olimpiade Athena 2004.

4.  Susi Susanti

Susi Susanti (Olimpiade 1992)
Susi Susanti (Olimpiade 1992)

Susi Susanti adalah pemain tunggal putri paling melegenda di Indonesia. Medali emas Olimpiade Barcelona 1992 yang diraihnya merupakah emas pertama bagi Bumi Pertiwi di pesta olahraga terbesar di dunia itu. Alhasil, namanya selalu melekat di ingatan para pecinta olahraga tanah air.

Beberapa gelar bergengsi seperti juara dunia juga pernah diraih wanita asal Tasikmalaya itu. Termasuk empat gelar juara All England yang masing-masing diraihnya pada 1990,1991,1993 dan 1994.

5. Lilyana Natsir

Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir saat menjuarai ganda campuran Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. (Foto: coconuts.co)
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. (Foto: coconuts.co)

Lilyana Natsir merupakan sosok yang bisa dibilang menjadi legenda Indonesia dari sektor ganda campuran. Pasalnya, wanita yang akrab disapa Butet itu memiliki sejumlah prestasi luar biasa yang bahkan diraihnya dengan dua pasangan berbeda.

Bersama Nova Widianto, Butet berhasil meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. Lalu, dia kembali mengulangi pencapaiannya itu dengan Tantowi Ahmad pada Olimpiade Rio 2016,

Wanita kelahiran Manado itu, memiliki serobotan-serobotan yang sangat cepat di depan net. Selain itu, dia juga bisa bertahan dengan baik ketika dicecar oleh lawan. Alhasil, dia menjadi salah satu pemain yang disegani oleh lawan dan bahkan banyak pemain ganda campuran dari negara lain yang mengidolakannya.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut