Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 33 Tahun Emas! Alan Budikusuma dan Susy Susanti Dapat Kejutan Spesial di Hari Bersejarah Olimpiade 1992
Advertisement . Scroll to see content

Alan Budikusuma Si Penakluk Olimpiade 1992, Begini Kehidupannya Sekarang

Senin, 16 Agustus 2021 - 07:00:00 WIB
Alan Budikusuma Si Penakluk Olimpiade 1992, Begini Kehidupannya Sekarang
Alan Budikusuma salah satu legenda bulu tangkis Indonesia. Namanya harum ketika meraih medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Alan Budikusuma salah satu legenda bulu tangkis Indonesia. Namanya harum ketika meraih medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona.

Pada ajang tersebut, Alan Budikusuma juara di nomor tunggal putra setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Ardy B Wiranata.

Alan Budikusuma bukan satu-satunya atlet Indonesia yagn berhasil menyumbangkan medali emas kala itu. Sebab, di nomor tunggal putri ada nama Susy Susanti yang juga menyumbangkan emas untuk Indonesia.

Susi Susanti (Olimpiade 1992)

Uniknya, keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan dan menikah pada 9 Februai 1997. Alan dan Susy saat ini dikaruniai tiga orang anak yakni Laurencia Averina Wiratama, Sebastianus Frederick Wiratama dan Albertus Edward Wiratama.

Alan Budikusuma lahir pada 29 Maret 1968 Surabaya, ketertarikannya dengan bulutangkis dimulai sejak berusia tujuh tahun. Dia mengawali kariernya dengan bergabung pada klub bulu tangkis Rajawali di Surabaya.

Keseriusan Alan pada bulu tangkis mulai terlihat saat usianya menginjak 15 tahun. Dia meninggalkan kota kelahirannya dan bergabung dengan klub yang juga banyak mencetak atlet bulu tangkis berprestasi, PB Djarum.

Kiprah Alan Budikusuma mulai tersorot saat menjuarai tunggal putra junior di Jakarta Open pada 1985 pada usia 17 tahun. Kemudian Thailand Open pada 1989.

Segudang prestasi telah diraihnya termasuk meraih gelar juara dunia pada 1991. Alan Budikusuma juga pernah membawa Tim Indonesia meraih Trofi Thomas Cup pada gelaran 1996 di Hongkong.

Alan Budi Kusuma kemudian memutuskan gantung raket usai Olimpiade Atlanta 1996. Bersama istrinya Susy Susanti, dia memilih untuk mencoba peruntungannya di dunia bisnis.

Mereka merambah ke dunia bisnis aparel olahraga yang dikenal dengan merek dagang Astec. Astec merupakan kepanjangan dari nama sang pemiliknya yakni Alan Susy Technology (Astec) dengan nama perusahaan PT Astindo Jaya Sport.

Foto: Instagram/alanbudikusumaofficial
Foto: Instagram/alanbudikusumaofficial

Bisnis aparel olahraga ini digeluti Alan Budi Kusuma dan Susy Susanti sebagai langkah untuk tetap berkontribusi pada dunia bulu tangkis Indonesia.

Astec dikenal rutin menggelar turnamen bulu tangkis kategori usia. Hal ini tentunya bertujuan untuk menjadi wadah bagi para bibit-bibit muda bulutangkis Indonesia mengembangkan bakatnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut