Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komentar Mengejutkan Marc Marquez usai Insiden Pecah Ban di MotoGP Thailand 2026
Advertisement . Scroll to see content

Bos Ducati Ungkap Alasan Pecah Ban Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026

Minggu, 01 Maret 2026 - 20:00:00 WIB
Bos Ducati Ungkap Alasan Pecah Ban Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026
Bos Ducati Davide Tardozzi mengungkap velg Marc Marquez meledak usai menghantam kerb di Tikungan 4 MotoGP Thailand 2026 (Foto: Crash)
Advertisement . Scroll to see content

BURIRAM, iNews.idMarc Marquez gagal finis di MotoGP Thailand 2026 akibat velg motornya meledak setelah menghantam kerb di Tikungan 4 Sirkuit Buriram.

Insiden tersebut terjadi pada Grand Prix Thailand, Minggu (1/3/2026). Pembalap Ducati itu harus menghentikan balapan pada lap ke-21 dari total 26 lap saat sedang memburu posisi podium.

Sejak awal balapan, Marc Marquez menghadapi situasi sulit. Start yang kurang optimal membuat dia tercecer dari posisi tiga besar. Dia kemudian bangkit dan naik ke posisi keempat, bahkan mendekati Raul Fernandez untuk perebutan posisi ketiga.

Saat momentum mulai terbangun, masalah teknis muncul secara tiba-tiba. Ducati lalu memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kegagalan finis tersebut.

“Sayangnya, dia melebar ke kerb di Tikungan 4 dan dia mematahkan velg,” kata Davide Tardozzi kepada TNT Sport.

“Itu sebabnya tekanan angin hilang dan dia terpaksa berhenti. Dia menghantam bagian dalam tikungan dan mematahkan roda," ucapnya.

“Kita bisa mengatakan itu sebuah kesalahan, tetapi dia benar-benar kurang beruntung karena banyak pembalap melebar di Tikungan 4 dan tidak ada yang mengalami masalah ini," ujarnya.

“Bagaimanapun, memang seperti itu. Dia mengatakan menghantam kerb, dia tidak tahu kenapa, tetapi velg itu meledak," kata dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut