Buka-bukaan, Ducati Nyaris Rekrut Marc Marquez 4 Tahun Silam
BOLOGNA, iNews.id – Manajer Tim Ducati Gigi DallIgna buka-bukaan. Ternyata timnya nyaris merekrut Marc Marquez empat tahun silam,
Pabrikan Italia itu tergiur untuk mempekerjakan The Baby Alien. Sebab performa Marquez dari musim 2013 hingga 2016 begitu menawan.
Marquez debut di MotoGP pada musim 2013 dan langsung menjadi juara. Setelah itu, Marquez menjadi juara lagi pada musim 2014 dan 2016.
Marquez hanya gagal menjadi juara pada musim 2015. Saat itu, pembalap Spanyol itu kalah dari Jorge Lorenzo yang membela tim pabrikan Yamaha.
Rekaman Florentino Perez Bocor Lagi, Kini Hina Cristiano Ronaldo dan Jose Mourinho
Ducati pun ingin bekerja sama dengan Marquez demi mengukir prestasi. Akan tetapi, Marquez memilih untuk bertahan di Repsol Honda hingga sekarang.
Harga 5 Pemain Muda Ini Meroket usai Euro 2020, Nomor 3 Fans Cristiano Ronaldo
Penolakan Marquez membuat Ducati merekrut Lorenzo karena dia satu-satunya pembalap yang pernah mengalahkan Marquez dalam kejuaraan. Sayangnya, Lorenzo gagal berbicara banyak dalam dua tahun kariernya bersama Ducati.
“Anda harus memahami, bahwa penandatanganan Marquez tidak mungkin. Jadi, kami memutuskan untuk mendatangkan Jorge (Lorenzo) karena dia adalah satu-satunya pembalap yang bisa mengalahkannya. Saya kecewa tidak mendapatkan hasil dengan dia karena saya pikir itu bisa saja terjadi,” kata DallIgna, dikutip dari Motosan, Kamis (15/7/2021).
Schick Sebut Ronaldo Beruntung Jadi Top Skor Euro 2020, Begini Respons CR7
Kini, Ducati mengandalkan duet Francesco Bagnaia dan Jack Miller untuk berjaya di MotoGP 2021. Pada musim ini, Marquez bukan lagi ancaman utama bagi Ducati karena The Baby Alien masih mencari bentuk terbaiknya usai cedera parah pada musim lalu.
Ancaman utama untuk Ducati sekarang adalah pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. Pembalap Prancis itu tampil konsisten sejak balapan pertama musim ini.
Sekarang, Quartararo memimpin klasemen sementara dengan koleksi 156 poin. Sementara itu, Bagnaia ada di posisi ketiga dan Milller dua tangga di bawah rekan setimnya itu.
Editor: Reynaldi Hermawan