Bukan Muhammad Ali, Mike Tyson Sebut Petinju Terhebat 100 Tahun Terakhir
LAS VEGAS, iNews.id - Mike Tyson menyebut Floyd Mayweather Jr sebagai petinju terhebat dalam 100 tahun terakhir. Penilaian legenda tinju berjuluk Iron Mike itu menarik perhatian karena Tyson sendiri pernah menjadi juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah tinju profesional.
Sepanjang karier profesionalnya, Tyson membukukan 50 kemenangan, tujuh kekalahan, dan dua hasil tanpa keputusan (no contest). Dari total kemenangannya, 44 di antaranya diraih melalui kemenangan knockout (KO).
Tyson juga tercatat sebagai petinju termuda yang merebut gelar juara dunia kelas berat. Dia mencapai prestasi tersebut saat berusia 20 tahun. Gaya bertarung agresif dan pukulan keras membuat Tyson menjadi salah satu petinju paling ditakuti pada masanya.
Meski demikian, Tyson memiliki kekaguman besar terhadap Muhammad Ali. Sosok Ali menjadi idola masa kecil sekaligus salah satu alasan Tyson menekuni olahraga tinju. Kekaguman itu juga mendorong Tyson berjanji membalas kekalahan Ali dari Larry Holmes pada 1980, janji yang kemudian dia wujudkan.
Namun, saat membicarakan petinju terbaik dalam satu abad terakhir pada 2023, Tyson justru mengarahkan pujiannya kepada Mayweather. Pernyataan tersebut disampaikan dalam podcast miliknya, Hotboxin’, ketika dia membahas pertarungan Mayweather melawan mantan juara UFC Conor McGregor.
Tyson menilai McGregor layak mendapat apresiasi karena mampu bertahan hingga 10 ronde melawan Mayweather dalam pertarungan tinju pada 2017. Bagi Tyson, pencapaian itu tidak bisa dianggap remeh mengingat McGregor berasal dari dunia seni bela diri campuran (MMA).
“Proper 12. Connor [McGregor]. Dia adalah tontonan, tetapi dengarkan, di sinilah ini bukan sekadar tontonan. Dia belum pernah benar-benar menjalani pertandingan tinju seumur hidupnya, bukan? Dia bertahan 10 ronde melawan petarung terhebat dalam 100 tahun terakhir tinju. Dia mendaratkan pukulan. Lihat apa yang dia lakukan,” kata Tyson.
Mayweather mengakhiri karier tinju profesionalnya dengan rekor sempurna 50 kemenangan tanpa kekalahan. Dia juga pernah menjadi juara dunia 11 kali di lima kelas berbeda serta mencatat 26 kemenangan beruntun dalam pertarungan perebutan gelar dunia.
Setelah pensiun dari tinju profesional, Mayweather masih beberapa kali kembali ke ring untuk menjalani pertarungan ekshibisi, termasuk melawan sejumlah figur dari dunia hiburan dan olahraga. Pertarungannya melawan McGregor juga mencatat angka pembelian tayangan berbayar (pay-per-view atau PPV) tertinggi kedua dalam sejarah, di bawah duel Mayweather kontra Manny Pacquiao pada 2015.
Di tengah pujiannya terhadap Mayweather, Tyson juga kembali menyuarakan keinginan untuk menghadapi petinju berjuluk Pretty Boy tersebut. Rencana duel kedua legenda tinju itu sempat dikaitkan dengan jadwal pada 25 April 2026 di Republik Demokratik Kongo, sebelum diundur menjadi 30 Mei 2026.
Namun, pertarungan tersebut belum terlaksana. Tyson dilaporkan mengalami cedera pada tangan kanannya saat berlatih, sehingga duel yang dinantikan penggemar tinju itu masih tertunda.
Dalam wawancara bersama Piers Morgan, Tyson kembali menegaskan keinginannya bertarung melawan Mayweather yang berusia 49 tahun. Tyson sendiri telah berusia 60 tahun, tetapi mengaku masih berlatih untuk mempersiapkan diri.
“Aku ingin melawan Floyd... Kau tahu aku akan menghajarnya. Sekarang aku sedang melakukan latihan lari cepat. Aku akan siap untuk mengejarnya... Menurutmu, untuk apa aku melakukan semua latihan lari cepat ini? Aku harus bisa mengejar bajingan ini,” ujar Tyson.
Pertarungan resmi terakhir Tyson di kelas berat berlangsung pada 15 November 2024. Saat itu, dia kalah angka mutlak dari Jake Paul dalam duel di AT&T Stadium, Arlington, Texas.
Sebelumnya, Tyson juga menjalani pertarungan ekshibisi melawan Roy Jones Jr pada 2020. Duel tersebut berakhir imbang. Sementara itu, Mayweather terakhir kali tampil dalam laga ekshibisi melawan John Gotti III di Mexico City pada 24 Agustus 2024. Pertandingan itu diwarnai keributan massal setelah laga berakhir.
Meski memiliki sejarah panjang dan pencapaian berbeda, Tyson dan Mayweather belum pernah saling berhadapan di atas ring. Jika duel keduanya benar-benar terlaksana, pertarungan tersebut akan mempertemukan dua legenda dengan gaya bertarung dan rekam jejak yang sangat berbeda.
Editor: Reynaldi Hermawan