Bukan Sekadar Olahraga, Yasha Chatab Ungkap Makna Lari Lewat Buku Lari dari Kenyataan
Pandangan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam buku ini. Lari tidak selalu berkaitan dengan target kecepatan, jarak tempuh, atau pencapaian prestasi. Bagi sebagian orang, aktivitas ini juga menjadi ruang untuk membangun hubungan sosial, mengambil jeda dari rutinitas, dan memahami diri sendiri.

Penulis Dee Lestari turut memberikan pandangannya mengenai pesan yang dibawa Lari dari Kenyataan. Menurut dia, buku tersebut mengajak pembaca memaknai lari secara lebih sadar, bukan semata-mata sebagai aktivitas fisik.
"Bahwa tidak semua orang harus berlari. Buku "Lari dari Kenyataan" justru menarik karena mengajak kita melihat lari dengan lebih mindfull alias bukan sekadar bergerak, tapi berhenti sejenak, hadir, bertemu orang lain, dan mungkin menemukan diri sendiri," ujar Dee Lestari.
Pemilihan Jakarta Running Festival 2026 sebagai lokasi peluncuran juga berkaitan dengan tema yang diangkat dalam buku tersebut. Festival yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 itu menghadirkan lari sebagai bagian dari perayaan yang lebih luas, dengan melibatkan komunitas dan berbagai aktivitas di sepanjang rangkaian acara.
Sekitar 300 komunitas turut terlibat dalam kegiatan Jakarta Running Festival. Keterlibatan tersebut memperlihatkan besarnya peran komunitas dalam ekosistem lari, mulai dari mempertemukan para pelari hingga membangun hubungan di antara mereka.